Uban Datang Terlalu Cepat

Seiring dengan pertambahan usia, munculnya uban di sela-sela helai hitam rambut adalah hal yang umum terjadi. Sebagian orang juga mengidentikkannya dengan kedewasaan dan sikap bijaksana. Tapi kalau si putih yang satu ini hadir terlalu dini dan membuat Anda dipanggil opa di usia 25 tahun, tentu itu bukan hal yang menyenangkan untuk didengar.

“Secara umum, uban terjadi karena berkurangnya kadar pigmen di rambut,” kata dr. Jimmi Chandra dari Klinik Essenskin Dermatovenereology. Padahal pigmenlah yang menentukan warna rambut seseorang. Proses ini memang biasanya terjadi seiring dengan pertambahan usia. “Pada ras Asia, rata-rata uban terjadi pada akhir 30-an,” lanjutnya. Namun selain karena pertambahan usia, uban dapat muncul karena beberapa sebab

Faktor genetik. Sialnya, faktor genetik menempati urutan pertama sebagai penyebab uban yang muncul di usia dini. Jadi jika salah satu orang tua Anda yang mengalami hal ini, kemungkinan besar Anda juga akan mendapatkan masalah yang sama.

Hormon-hormon stres akan menyebabkan terjadinya gangguan pada proses produksi pigmen rambut (melanin) dengan cara menguras cadangan vitamin B12 di dalam tubuh Anda. Untungnya, kasus uban karena stres hanya bersifat sementara. Jika Anda bisa mengatasi stres, helai rambut putih biasanya akan gugur dan rambut hitam akan tumbuh kembali.

Infeksi yang terjadi di kulit kepala dan gangguan pada tubuh. Misalnya karena kelainan imunitas, kelainan metabolisme dan penggunaan zat kimia (seperti penggunaan pewarna rambut). Saat rambut Anda terkena pewarna, zat-zat kimianya tak hanya melekat di permukaan batang rambut saja, tapi juga meresap hingga ke dalam pori-pori kulit kepala. Akibatnya proses kerja melanin pun terganggu.

Jadi, solusi untuk Anda adalah menghindari penyebab yang masih bisa Anda elakkan – misalnya mengatasi stres agar tak berkepanjangan. Namun untuk sebab-sebab akibat penyakit, hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan menemui dokter yang tepat. Untuk beberapa kasus, Anda bisa berkonsultasi dengan dermatolog. Jika kondisi Anda memungkinkan, Anda bisa saja mendapat bantuan injeksi rambut. Tapi injeksi tak sepenuhnya mencegah proses terjadinya uban karena sifatnya hanya memperlambat prosesnya saja.

Aturan Mengenakan Celana Pendek Pada Pria

Beberapa waktu belakangan ranah fashion pria tampak terus gencar mempopulerkan penggunaan celana pendek bagi pria. Bukan hanya untuk tampilan santai saja, bahkan kini celana pendek muncul dengan padanan suit and tie yang gagah. Namun kerap muncul ketakutan bagi sebagian pria, khususnya pria Asia, ketika mengenakan celana pendek akan merusak citra kejantanan. Di sisi lain, mereka justru ingin mencobanya. Lantas, adakah aturan pasti untuk menghindari hal tersebut?

Tidak ada aturan yang pasti, namun yang paling aman adalah mengenakan celana pendek dengan panjang 1 inci di atas lutut. Jika Anda berkaki besar dan berpostur pendek, sebaiknya menambah beberapa inci jarak antara lutut dan ujung celana pendek. Tujuannya adalah agar didapatka kesan kaki yang panjang. Namun ingat, jangan menjejalkan semua barang ke dalam saku celana agar efek kaki jenjang yang diinginkan tercapai.

Sebaliknya jika Anda berpostur jangkung, kenakanlah celana pendek yang panjangnya mendekati lutut. Sedikit lebih panjang dari lutut juga tidak masalah asalkan potongannya harus fit. Aksen lipatan juga tidak buruk asalkan jangan terlampau banyak dan tebal.

Awas, Kutu Gorila Menyerang!

Penyakit kutu gorila memang masih awam terdengar, namun kehadirannya ternyata telah lama ada di banyak negara tropis, termasuk Indonesia. Dulunya, kutu gorila memang menyerang hewan-hewan primata di hutan tropis Afrika. Namun dalam kurun waktu 40 tahun belakangan, ditemukan fakta bahwa kutu gorilla telah berevolusi turut menyerang manusia. Area tubuh yang biasa disasar kutu gorila adalah rambut kemaluan karena berkondisi lebat dan lembap, sehingga kerap pula disebut sebagai kutu kemaluan.

Kutu gorila memiliki nama latin Phthirus Pubis yang dapat menyebar melalui kontak langsung antara kulit manusia. Biasanya kutu ini menyebar dari orang yang terlebih dahulu terinfeksi, dan kontak seksual adalah modal penyebaran tertingginya. Bentuknya memang tidak begitu kasat mata, namun jika sudah menyerang, akan mengakibatkan rasa gatal yang disertai ruam merah dan serpihan bubuk hitam di area selangkangan. Apabila sudah semakin parah, kutu gorila dapat membuat kulit menjadi semacam melepuh dan tidak jarang mengeluarkan nanah. Selain rambut kemaluan, kutu gorila juga dapat menyerang bagian rambut lainnya di tubuh, namun kemungkinannya sedikit.

Belum ada obat untuk mengobati kutu gorila, selain obat kutu konvensional yang dijual di pasaran. Itupun efeknya hanya untuk mengurangi frekuensi serangan kutu, bukan melenyapkan. Sejauh ini, penyembuhan kutu gorila dilakukan secara medis di tangan dokter kulit, dan biasanya akan berakibat pada efek kerontokan hebat dalam beberapa waktu. Perlu perawatan khusus untuk mengembalikan kesehatan rambut yang seperti sedia kala.

Sedangkan untuk mencegah serangan kutu gorila, cara terbaik adalah selalu menjaga kebersihan dan kelembapan area rambut di tubuh. Terutama untuk rambut kemaluan, hindari mengenakan pakaian dalam terlalu ketat, biasakan mencuci kemaluan setelah buang air kecil, dan tidak lama-lama membiarkan kemaluan tertutup celana basah dan lembap.